Akankah Futsal hanya sebatas Trends?

Di Kota Yogyakarta, futsal mulai menjadi trend semenjak akhir tahun 2006. Diawali dari segelintir lapangan futsal yang tersedia, yang paling terkenal waktu itu adalah Next Futsal eks TJ’s. Harganya bisa dibilang nggak masuk akal, di siang bolong yang terik dan panasnya Kota Yogya, bermain futsal 2 jam bisa menguras kocek hingga Rp 250.000,00. Saat itu memang lebih karena faktor tidak adanya banyak pilihan, menyebabkan penyedia jasa lapangan futsal bisa memonopoli harganya.

Bandingkan saja sekarang, menjamurnya bisnis lapangan futsal menyebabkan fenomena tersebut tidak akan mungkin muncul kembali. Dulu, orang memang bisa berkorban berpanas-panas ria di siang bolong bermain futsal karena memang sulitnya mencari jadwal yang kosong, tapi sekarang orang jauh lebih prefer memilih bermain di sore hari, pagi atau malam. Pilihan lapangan yang beraneka ragam meruntuhkan monopoli pengusaha lapangan futsal yang berdiri lebih awal.

Bicara tentang penggemar futsal, maka tidak lepas dari penggemar sepakbola. Dari sisi teknis sangat dekat kemiripannya. Dijaman sebelum adanya lapangan futsal, para penggemar sepakbola memang cenderung pasif, hanya bisa menonton, karena apa? Karena tidak adanya infrastruktur yang cukup nyaman yang mengapresiasikan keinginan mereka bermain bola. Apalagi di Kota Yogya yang sudah penuh sesak ini. Futsal memang datang menjawab, maka ketika beberapa butir lapangan hadir di Kota Yogyakarta disambut sangat antusias terutama dari golongan penggemar pasif sepakbola, golongan yang tidak suka kotor-kotoran, tidak suka jatuh lecet-lecetan dan ingin kenyamanan saat bermain bola. Golongan inilah yang semula malas bermain di lapangan besar dan tiba-tiba disodorkan lapangan yang jauh lebih kecil, lebih hemat stamina, lebih aman dari bahaya lecet-lecet, dan terutama lebih terlindung dari sengatan ultraviolet matahari. Golongan ini yang tidak terlihat sebagai potensi pada awal didirikannya lapangan futsal, sebenarnya golongan ini jugalah yang telah memicu terjadinya trend futsal.

Lalu bagaimana dengan Trends? Apa benar olahraga ini hanya sebatas trends? Trends itu suatu kondisi dimana yang awal nya biasa menjadi heboh dan kemudian kembali mereda menjadi biasa. Saya pribadi pernah mendengar statement ini dari salah satu pengusaha futsal di Yogyakarta. Tapi saya memahami, mengapa Beliau berpandangan seperti itu. Sebabnya, perusahaan Beliau itu pernah mengalami masa-masa emas-nya futsal, pernah mengalami masa yang sangat ramai dimana lapangan futsal miliknya adalah satu-satu nya di sekitar situ, sehingga dengan teori relativitas milik Einstein, maka kondisi lapangan-nya sekarang bisa dikatakan relatif jauh lebih sepi dari masa-masa nya dahulu. Bagaimana dengan pengusaha lapangan futsal yang baru berdiri sekarang? Mereka yang tidak pernah merasakan bagaimana lapangan yang dibuatnya ramai setiap waktu, maka berpendapatlah futsal bukanlah trend, semacam kebutuhan berolahraga dari masyarakat di sekitarnya.

Sebenarnya bukan semacam trends, penggemar futsal tetaplah banyak seperti di awal dan mungkin akan bertambah dalam skala yang normal dengan datangnya mahasiswa-mahasiswa baru. Tetapi penambahan ini selalu diimbangi dengan munculnya lapangan futsal baru, sehingga untuk kembali ke titik dimana lapangan futsal sangat ramai di datangi adalah hal yang mustahil. Jadi, mereka yang pernah mencicipi betapa ramainya lapangan futsal akan menganggap futsal adalah trends, karena merasa tidak akan pernah bisa kembali ke titik itu lagi. Apalagi, lapangan baru cenderung selalu dicicipi oleh pengguna futsal, mencicipi kenyamanan rumput barunya.

Namun setidaknya, datangnya futsal ke tanah air sedikit banyak memberikan potensi positif bagi negeri ini. Negeri yang sebelumnya punya banyak penggila bola akhirnya menemukan tempat dimana dia bisa mengapresiasikan kegilaannya, maka wajiblah bagi kita masyarakat Indonesia menunggu yang selanjutnya kita tunggu. Tentu saja… prestasinya..

This entry was posted on Sunday, February 28th, 2010 at 12:33 pm and is filed under Bola. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Akankah Futsal hanya sebatas Trends?”

  1. admin Says:

    futsal akan terus menjadi olahraga yang digemari kawula muda..

    [Reply]

    andi Reply:

    pasti, saya sebagai generasi muda akan terus bermain futsal

    [Reply]

    ryan Reply:

    okelah kalo begitu, saya juga ah..

    [Reply]

  2. bangun Says:

    mungkin ga perfutsalan indonesia bakal maju?

    [Reply]

  3. Grosir Sepatu Futsal Says:

    bisa mungkin, tapi mari kita sebagai pecinta olah raga kita majukan perfutsalan indonesia, kunjungan n salam kenal gan, welcome to my blog.

    [Reply]

Leave a Reply