Kehilangan Separuh Tumpuanku

hya..ya..

Judulnya mungkin terlalu melankolis, karena sebenarnya ini cuman membicarakan masalah cedera kaki kiri ku yang lumayan menyiksa. Peristiwanya tidaklah penting, karena cederaku ini diakibatkan oleh kesalahanku sendiri yang melakukan aksi mengolah si kulit bundar di lapangan futsal, itupun terjadi sewaktu sesi pemanasan, makanya aku bilang ga penting.

Cuman hal ini menjadi penting, karena yang cedera adalah kaki ku.  Apa makna sesungguhnya kaki ini buat ayip?? Ya, ini menyangkut hobi ku yaitu bermain bola ataupun futsal. Setiap teman dekat ku pasti tahu, kalo futsal salah satu hobi yang tak pernah aku ingkari. Seminggu, rata-rata aku menghabiskan 2 kali main futsal di 2 tim yang berbeda. Futsal-lah yang selalu membuatku betah dan tidak pernah ingin melupakan kota ter-Pelajar ini. Sejak ke-boomingannya, intensitas ku bermain futsal mulai meningkat, ini juga diimbangi dengan peningkatan skill ku di lapangan futsal loh.. wehehehe. Ya, bermain futsal merupakan pelarian diri ku yang ternyata masih belum mampu untuk bisa bermain baik jika di lapangan besar. Di lapangan futsal, aku tidak sekedar memaknai sebagai olahraga menendang bola ke gawang dan ambisi mencetak gol. Lebih dari itu, futsal merupakan tempat beraksi, tempat bereksperimen, tempat peduli akan kerjasama, tempat melatih keseimbangan emosi dan banyak aspek yang kawan dapatkan jika mencobanya. Futsal, memberikan ruang untuk menunjukkan jati diri setiap pemainnya, melalui aksi yang ia berikan di lapangan. Pokoknya, aku memaknai bermain futsal dengan segenap jiwa dan hati..

Itulah mengapa, aku cukup sedih karena cedera kaki kiri ku ini sangat menghambat kecanduanku bermain futsal. Lebih takutnya akan berpengaruh terhadap masa depan di hobiku ini. Sebenarnya ini hanya masalah otot yang terkilir, tapi daerah jangkauan terkliriku menyelimuti hampir di sekujur telapak kaki kiri ku, karena otot ku terpelintir saat salah melakukan tumpuan dengan kaki kiri. Apalagi, ketika diurut, rasa sakit luar biasa cukup membuatku stress dan berharap ingin cepat-cepat sembuh.

Setidaknya, karena ini cobaan, dan orang selalu bilang ada hikmah di balik setiap cobaan, tentu aku juga mesti bersikap bijak dengan menelaah lagi hikmah-hikmah yang aku dapat. Mungkin kawan bisa terinspirasi atas hikmah dari cederaku ini :

  • Bersyukur, manusia baru menyadari akan pentingnya sesuatu ketika dia hendak kehilangan sesuatu itu.  Bukankah, kita selalu tersentak kaget ketika tahu orang yang kita cintai telah tiada, karena saat itu barulah kita ingat dan sadari semua hal baik yang pernah dilakukannya untuk kita. Betul ga? Sama seperti cedera yang ku alami, karena baru sekarang lah terasa sangat berharganya kaki kiriku, karena aku benar-benar tidak berjalan selayaknya orang normal, ditambah pedihnya saat memaksakan untuk berjalan.
  • Bersujud lebih lama. Ada korelasi antara cedera kaki ku dengan hikmah pertama di atas. Saat pertama kali mencoba beribadah dengan kondisi kaki kiriku terkilir, hal yang paling sulit untuk diriku adalah bertumpu pada kaki kiriku. Jadi, berdiri dan duduk diantara dua sujud adalah hal paling menyiksaku saat sholat. Tapi bagaimana dengan sujud?? Gerakan sujud sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi rasa sakit, karena aku tidak perlu bertumpu pada kaki, tapi bertumpu pada lutut, bertumpu juga pada Yang Di Atas, pada keikhlasan untuk semua cobaan-Nya. Semakin lama bersujud rasanya semakin nyaman. Entah, mungkin ini peringatan oleh Tuhan YME, agar aku menunjukkan rasa syukur ku dengan banyak-banyak bersujud, lewat sujud, Beliau mengingatkan bahwa apapun yang kita miliki semua adalah miliknya, Beliau berhak mengambilnya tanpa memberi tahu ataupun seizin kita terlebih dahulu. Maklum aku juga manusia biasa yang terkadang lupa apa saja yang telah Beliau berikan selama ini, seperti point di atas, baru tersadar saat hampir kehilangan.
  • life must go on, aku juga musti berbenah, karena dengan cedera kaki kiri ku tidak bisa dijadikan alasan untuk mengakhiri hal yang lain. Apalagi di tengah himpitan tugas, UAS dan KKN, semua harus tetap berjalan, meski dengan cara yang berbeda.

Pada intinya, cerita di atas merupakan sekelumit curahan hati atas cobaan yang menimpaku, hanya mungkin hikmah yang ditangkap dari cobaan ini bisa memberi inspirasi yang luar biasa buat para pembaca. Demikian dariku, semoga tak lupa bagi kawan pembaca, mendoakan kesembuhan cedera pada kaki kiriku.. Amin..

This entry was posted on Thursday, June 11th, 2009 at 11:38 pm and is filed under Life. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Kehilangan Separuh Tumpuanku”

  1. fikry.. Says:

    lg kehilangan “senjatamu” main futsal yip…!http://ayip.omongkosong.com/wp-includes/images/smilies/cz15.gif

    [Reply]

  2. giritampan Says:

    :masakiya: :masakiya:

    jangan bilang gara2 itu kemaren kalah maen lawan bakulers….

    [Reply]

  3. Diodinta Says:

    Iya yip,dgn tulus aq doakan semoga cepet sembuh.
    Terlalu berat cobaanmu klo udah kalah,cederanya lama lagi… Hahahaha
    Semoga cepet sembuh yip.

    [Reply]

  4. admin Says:

    @fikry
    iya je, senjata kaki kiri ku memang paling mematikan dalam hal menipu lawan. Ha..ha..

    @giritampan
    Oh, kekalahan kemaren ntu kan karena kamu ga dateng pas pertandingan gir.. jadi terpaksa kita pake bola nya sana.. ha..ha..

    :merinding: :senam: :senam2:

    [Reply]

  5. putri Says:

    >jngan menyrah yip(kayak lagu nya d’nassib aj y0wh
    >laen kali lug mau futsal doa dlu
    >jog mkrin cew nya
    >hohohohohoh

    [Reply]

  6. zynga Says:

    waduch….si nando_caem ternyata spamer….udah gak laku gituan broo….

    Salamku buat anak Situbondo-Jatim

    [Reply]

Leave a Reply