Reality Show TV menipu public
Kawan, kalian sering ga sih liat acara di televisi kala sore hari. Jenisnya nya hampir sama semua, yaitu “reality show”. Lebih rincinya, reality show ini mengumbar kisah asmara, persahabatan, perselingkuhan, konfilik rumah tangga, dan beberapa tema lain yang sesuai dengan kesenangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Usut punya usut sebelumnya aku memang pernah menggemari salah satu reality show unik, yaitu “playboy kabel”, kalo selama ini menonton acara tersebut setidaknya sampai saat ini aku merasa apa yang ditayangkan didalamnya tidak mengandung unsur penipuan. Terutama jika dilihat dari respon si pelapor dan korban saat berantem tatkala dilabrak. Ya, mungkin memang ga mendidik juga acara ini, karena mempermalukan si korban tanpa ada persetujuan dari pihak korban. Apalagi di tonton orang seIndonesia, image bakal merosot jatuh ketika ketahuan berselingkuh dengan penggoda. Ya, kalo aku ada di pihak si korban jelas tengsin abis, tapi kalo sebagai penonton ya ga urusan lah, ketawa ngikik karena cukup menghibur. He..he..
Kebetulan, beberapa bulan lalu ulang tahun TRANS, dan pada perhelatan akbarnya salah satu agenda pada acara tersebut adalah mengumumkan program televisi terbaik. Hasilnya, program utama yang banyak menyedot perhatian pemirsa di televisi adalah… jreng..jreng..jreng.. “Termehek-mehek”. Wuih.. kaget juga sebenarnya, karena aku sendiri saat itu sama sekali ga pernah liat reality show tersebut membahas tentang apa. Suatu ketika, aku sedikit luangkan waktu ku untuk menonton acara ini, hasilnya aku kurang lebih merasa terpuaskan dengan acara yang dibawakan oleh Panda dan Mandala sebagai host. Karena cerita nya menarik, plus memang beda dengan reality show lainnya. Cenderung berani dan ga kenal takut untuk mengungkap kan aib seseorang kepada khalayak ramai. Aku ga habis pikir, gimana kalau suatu saat, yang jadi korban adalah salah satu orang terkenal di Indonesia, pejabat atau artist misalnya. Apa ga panjanga tuh masalahnya.
Pandangan pertama terhadap acara “termehek-mehek” adalah positif di mataku. Aku ga menaruh curiga atas kerekayasaan script ceritanya. Apalagi di tambah masalah yang ditampilkan, cenderung masih di batas kewajaran.
Namun, perlahan tapi pasti, di episode-episode selanjutnya aku mulai merasa agak aneh. Aneh terhadap kemurnian cerita yang diangkat. Entah bagaimana cerita terasa semakin dibuat-buat, akting pelapor yang ga natural, cerita yang terlalu didramatisir dan ending yang ga rasional, hingga respon para pihak ketiga ketika didatangi tim termehek-mehek. Semua berlangsung serasa dalam rekayasa perencanaan sebelumnya. Alurnya mudah dipahami dan cenderung pasaran ceritanya. Akhirnya setelah googling, aku berkunjung ke beberapa tempat. Aku memang mendapat cukup banyak kejutan, karena sudah banyak orang yang posting tentang kebohongan cerita di dalam reality show ini. Ney loh, kalo mw lihat :
Kondisi makin parah, dikarenakan program acara sejenis reality show “termehek-mehek” memiliki rating tinggi di mata pemirsa tanah air kita. Akhirnya beberapa stasiun TV ikut-ikutan membuat program acara yang sama. sebut saja pihak ketiga dan mata-mata. Model investigasi yang dilakukan pun sama, mereka menyelidiki dengan menguntit diam-diam sang tersangka, mencari tahu kegiatan yang dilakukan oleh tersangka selama berhari-hari kemudian melaporkan kejadiannya kepada pelapor. Kawan perlu tahu apa yang dikhawatirkan olehku atas maraknya reality show berbau “penipuan” kepada publik ini. Ceritanya Kawan, kalo saja Kawan-Kawan ku yang bijak ini meluangkan sedikit waktunya untuk menonton maka fakta yang kalian temukan adalah semua jenis ceritanya berakhir dengan tragis, sedih, sedu sedan. Terkadang permasalahannya kian pelik, dengan ditambah problema perselingkuhan, mabuk-mabukan, drugs, hingga free sex sebagai bumbu penyedap cerita. Apa yang terjadi jika masyarakat kita terus-terusan diberi konsumsi pengetahuan macam gini? Aku sangat mengkhawatirkan jikalau masyarakat mulai berpendapat bahwa konflik-konflik macam perselingkuhan, mabuk-mabukan, drugs, hingga free sex sudah sangat lumrah sebagai rona warna dikehidupan mereka. Padahal, itu semua hanya sekedar akting?? On-script, yang di ada-ada, dibuat-buat, direkayasa, agar nampak nyata dan berkesan di mata pemirsanya. Para produser jaman sekarang memang sudah banyak yang gila, selalu saja berbisnis tanpa memandang implikasi jangka panjang yang bakal terjadi pada pemirsanya. Yang mereka tahu bahwa acara mereka sukses, sehingga bisa dikatakan memberikan banyak hiburan pada masyarakat Indonesia. Wuih, petuk..petuk.. mbok sadar, kalo cerita macam begitu bukan mencerminkan kultur bangsa kita, bukan cerminan budaya bangsa kita. Itu lebih sekedar akan merusak ideologi kita dalam berbangsa dan bernegara.
January 28th, 2009 at 1:36 pm
ternyata dirimu sempat menjadi pemirsa setia termehek-mehek ya
beberapa teman kos saya juga tongkrongannya termehek-mehek ma cinta fitri. beberapa kali maah dijadikan bahan obrolan kami.
dari awal saya emang tau kok reality show itu, walau pake nama reality, tetap gak real. ada 3 teman saya (yang saya tau) yang pernah ikut reality show begituan (buakn termehek2 yang jelas) dan mereka mengaku itu rekayasa dan mereka dibayar..
reality show tapi gak real. aneh banget. tapi banyak yang suka. mbak saya pun ada satu yang suka. waktu saya bilang itu boong2an dy cuman bilang : “ndak pa2 yang penting lebih seru daripada sinetron”
[Reply]
January 30th, 2009 at 4:59 am
Iya, makanya termehek-mehek dinamakan “drama” reality show karena bentukan drama yang dikemas menjadi reality show.. Ya, kalo dibayar cuman buat akting ga jelas kayak gitu, sapa yang nolak?? He..he..
[Reply]
January 30th, 2009 at 8:26 am
kata temen-temen saya di komunikasi, penyiaran, dan seabagainya
reality show semua itu rekayasa! gak ada yang asli
hmm, saja juga sempat termakan dengan apa itu yang namanya termehek-mehek, saya pikir asli!
kata teman saya, semua itu hanya untuk menghibur, entertaiment gitu!
http://firman.web.id
[Reply]
January 30th, 2009 at 9:02 am
ya gw udah tau soal boong2an ini dari kaskus juga sih, tapi dari awal gw juga udah gak respect ama acara termehek2 dan klan pengikutnya. obviously terlalu norak dan boong aktingnya.
tapi ada satu yang gw tertarik, ada yang bilang kalo acara reality show itu banyak diikutin ama mahasiswa yang maw nyari dana buat kegiatan kampusnya. boleh juga tuh kan ya? hehehehe, lumayan dapad 500ribu dengan modal teriak2 dan saling ngelabrak
[Reply]
January 31st, 2009 at 4:14 pm
Weladalah.. yip, saya gag mengira situ penggemar reality show kaya gitu juga y?? Apalagi playboy kabel,. Yang pembawa acaranya sapa itu namanya? Lupa saya..
Saya stuju pemikiranmu tentang reality tapi kok gag real.. Mending acara macam “john pantau”, di trans tv tiap sabtu sore. Well, bukan maw promosi acara itu sebetulnya. Tapi emang masih mending itu daripada reality show gag jelas..
[Reply]
January 31st, 2009 at 5:55 pm
Hm.. pembawa acaranya Raffi Ahmad, Olga dan Luna Maya kalo ga salah. Eh?? Bener ga ya?? Perasaan itu program Dahsyat. Ngomong2 soal Dahsyat, bukan acara itu aja yang jadi anak2 PO** NET****, karena ternyata mereka juga menyukai acara2 yang kusebutkan diatas. Ha..ha..
[Reply]
January 31st, 2009 at 6:01 pm
Ya, bener tuh sheil, seandainya aku disuruh ikutan kayaknya mau juga deh. Ha..ha.. Lumayan dapet duit dari cara begono an, tinggal pura-pura marah, pura gila, pura2 ini, pura2 itu.
:lol:
Emang cuman digaji 500ribu ya?/ Kok dikit banget yaw? Untung besar banget tuh buat termehek-mehek, ga bayar artis mahal, tapi dapet rating tinggi.
[Reply]
February 1st, 2009 at 12:06 am
aku bikin acara “termegmeg-megmeg” saja
[Reply]
February 1st, 2009 at 1:27 am
Walah,termehek-mehek itu program pembodohan masyarakat..
weleh2,apa kata dunia???
Hanya ngejar rating ja..
Kelihatan klo smwnya uda di skenario..
Truz apa bedanya sm sinetron?
[Reply]
February 13th, 2009 at 9:54 pm
kl aq stuju ma komennya diodinta…
ga papa lah daripada liat sinetron2nya TPI+INDOSIAR, mendingan juga liat termehek-mehek wakakakakaaa..
[Reply]
April 10th, 2009 at 7:50 pm
cara ikut mata mata gmn,aku pngn ni .tlng ya :capedeh:
[Reply]