Sial 3 kali!!
Cuman berbagi pengalaman aja ney. Kejadiannya bermula saat menjelang ujian Manajemen Proyek. Ujiannya memang tertulis, tapi bukan menuliskan jawaban dari soal-soal yang ada, melainkan menuliskan tanda tangan di buku absensi. Sederhana sebenarnya, tapi jangan salah, karena halangan dan rintangannya tidak sesederhana ujiannya.
Kalo Kawan inget hari itu, ujian manpro ternyata dikawal oleh hujan lebat, hujan petir juga rupa-rupanya. Meski membuat nyali ciut, tapi lebih ciut lagi kalo ga dateng buat tanda tangan ujian, karena soal sepele semacam ini ujung-ujungnya bakal nentuin nilai juga, padahal cuman tanda tangan doank! Akhirnya dengan berat hati dan langkah gontai terpaksa jas hujan kukenakan, tentunya beralaskan sandal jepit semata karena hujan tak main derasnya.
Sepanjang perjalanan ada 2 fenomena menarik dijalan. Ketika keluar dari mulut gank yang bersinggungan langsung dengan jalan motor tepian ring road utara, pemandangannya cukup mengerikan. Di lintasan mobil (bukan dilintasan motor) ring road utara kira-kira sejauh 100-200 meter banjir!! ini beneran banjir, dan ga main-main banjirnya, mungkin adalah selututku. Tau sendiri loh, lututku tuh jenjang, jangan disamakan dengan lutut kalian. Kan tinggiku 177 cm . he..he..he.. :sinchan:
Fenomena kedua adalah tumbangnya sebuah pohon di hutan sebelah utara gedung Balairung. Akibatnya Kawan tau kan?? macet luar binasa disana, mana kepepet banyak mobil, kalo diistilahkan dalam bidang Ilmu Komputer tuh, perempatan ini sudah terjadi DEADLOCK, yang sini nunggu yang situ, yang situ nunggu yang sono, yang sono minggat ke sini.
Nah sebenarnya ada juga fenomena ketiga, tapi ini ga bisa dibilang fenomena, tapi awal mula kesialan. Ini gara2 salah masuk lubang. Jadi, karena hujan begitu lebat, jalanan sempat tertutup genangan air dimana-mana, lah tanpa sengaja aku masuk ke dalam lubang yang cukup besar di per4 MM UGM. Lubangnya ternyata cukup dalam sehingga sempat membuatku shock berat waktu ban ku terjerembab masuk ke dalam lubang.
Apa akibatnya?? Ban ku bocor Saudara-Saudaraku!! Bocor!! D**n! S**t! F**k! Di tengah hujan lebat, di derasnya guyuran hujan, di kala mengejar waktu ujian, dan di kala perut lapar karena belum diisi nasi, motor malah minta dimanja. Minta digendong sampe tukang tambal BAN…
Lagi-lagi dengan suasana hati yang carut marut, aku manjakan motorku hingga ke perempatan Grha Sabha, tempat 3 tambal ban nangkring di satu perempatan (tampak jelas sering adanya korban ban bocor: entah disengaja atau tidak). Karena aku sempat mengalami service yang tidak menyenangkan dari tambal ban sebelah timur, akhirnya aku pilih yang sebelah barat.
Motor diparkirkan, sempet terucap juga kata-kata sambutan dari si penambal ban, yang isinya jika kuterjemahkan ke dalam bahasa persatuan yaitu “kok motornya dinaikkin, kayaknya bakalan hancur pentil ban dalamnya mas..”, sambil sedikit ngecek dengan tangannya dia merogoh-rogoh sedikit melongok ke dalam ban belakangku yang bocor, “wah iya mas, pentilnya hancur je”. Waduh, kalo gini harus ganti ban dalem pikirku, tapi aku berusaha tenang, dan tetep positif thinking, aku tetap ngotot minta tuh ban dalam dibuka dan dipastikan bocor dimana. Akhirnya ditunggu sejenak ternyata kondisi pentil masih bagus, dan si abangnya berkomentar ringan, “oh.. ternyata ga papa, tadinya saya pikir sudah hancur”. Huff.. damai juga ney hati sambil sedikit berguman ada gelagat yang ga baik ney dari si abang tambal bannya.
Kembali ke urusan awal, aku juga ga lupa kalau masih ada urusan dengan membubuhkan tanda tangan. Aku minta si prazi antar jemput, karena dia cocok rupanya jadi supir pribadi. Wekeke. Setelah urusan selesai, kembali ke tukang tambal ban, dan sudah hampir finish 90% tuh ban, sambil menunggu di temani Bang Baobaz. Selesai pengapian, aku pikir semua berjalan lancar, dan aih… si tukang tambal ban nya masih berseloroh, ini lubangnya ada banyak mas, ga cuman 2 tapi ternyata 3 (sambil menunjukkan lubang terakhir). wah, kok bisa banyak banget?? Ga pernah aku kebocoran ban di tiga titik, 3 titik sih sama aja ban njeblug (meledak-red). Entah bagaimana alasan ini yang membuat aku harus mengganti ban dalam ku, seharga 25 ribu termasuk ongkos pasang. Huff.. kok akhir2nya harus tetap beli ban dalem ya? Sama kayak kasusku di tambal ban sebelah timur di tempo doeloe. Ternyata, mau di timur ataupun barat tetep aja harus beli ban dalem. Ya, itu gurauan isi hatiku, karena merasa ga terima dengan kenyataan nasib.
Kehilangan duit 25 ribu di wilayah yang sama jadi sedikit membuatku curiga, apakah ada faktor kesengajaan di sana?? Kenapa selama aku di jogja tempat tersering aku mengalami ban bocor di lintas UGM MM-FMIPA selatan?? Kenapa 2 kali bertandang ke tambal ban di per4 barat Grha Sabha hasilnya sama, yaitu ganti ban dalam?? Kenapa begini?? Kenapa begitu??
Aku jadi sangsi untuk kembali ke tempat itu lagi, mungkin lain kali tidak akan kubawa motorku ke daerah per4 itu lagi, tapi lebih ke arah barat, arah menuju Rmh. Sakit Sardjito. Disana mungkin hasilnya akan lebih baik, semoga…
NB: Perlu kalian tahu, dalam waktu kurang 3 jam setelah penggantian ban dalam BARU senilai 25ribu itu, akhirnya ban itu bocor 2 kali(keluar duit lagi 10ribu)!! :cry:. Sengaja tidak aku lanjutkan ceritanya, karena hati ku sudah cukup emosi :palu: :jidat:
April 15th, 2009 at 10:53 am
yang jelas bukan saya yang membuat ban kamu nggembos rip….ha ha ha…sabar pak….. :manakutahu: :sailormoon:
[Reply]
April 15th, 2009 at 1:26 pm
ak turut berduka yip..:cry:
semangat :berubah:
[Reply]
April 16th, 2009 at 11:06 am
Selamat ya.. ;p
ehehehehehe
ya itulah indahnya hidup yip
[Reply]
April 17th, 2009 at 9:54 pm
:bean: :bean: :bean:
welah-welah……. ternyata nasibmu semalang ini yip…
untung waktu itu saya mbonceng prasi juga ke kampus (jelas walo ban nya gag pake bocor, juga motorku gag bakal sampe kampus). dan dengan lincahnya dia menerobos deathlock parah itu
:senam2: :senam2: :senam2:
aihhhhh,,, smiley mu lucu sekali
:music: :music:
[Reply]
April 24th, 2009 at 11:33 am
pake stom yang buat ngeratain aspal aja yip, bannya kan besi tuh
g bisa bocor, malah paku yg dipasang jd gepeng
[Reply]
May 7th, 2009 at 1:49 am
Hi, good post. I have been pondering this issue,so thanks for writing. I’ll definitely be subscribing to your blog. Keep up the good posts
[Reply]
May 21st, 2009 at 4:10 pm
wewww…aku ga terima di katain cocok sbg sopir!!!awas kaw le…kalo taw kaya gni…ga bakalan aku mau njemput…huffft!!
mbok kaya iis tu lo…yg mengakui kebaekan orang lain…wkwkwkwwk
[Reply]
May 23rd, 2009 at 6:38 am
kesialan adalah keberuntungan yang tertunda.. halah
:putar2: tetap semangat yip…
[Reply]